Blog

LAKUKAN ANALISIS GENDER SAAT RANCANG KEBIJAKAN

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

GEMA-Sebagai follow-up dari kegiatan Implementasi Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) Maret lalu, Unit Pusat Studi Gender dan Anak mengadakan Sosialisasi PPRG untuk seluruh staf perencanaan di seluruh unit dan fakultas di UIN Malang, Kamis (24/5).

GEMA-Sebagai follow-up dari kegiatan Implementasi Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) Maret lalu, Unit Pusat Studi Gender dan Anak mengadakan Sosialisasi PPRG untuk seluruh staf perencanaan di seluruh unit dan fakultas di UIN Malang, Kamis (24/5).

Kegiatan ini menghadirkan pakar gender, Sutiah untuk mendampingi staf perencanaan dalam menyusun dokumen Anggaran Responsif Gender. Setiap peserta diminta membawa dokumen anggaran tahun 2019 untuk selanjutnya dianalisis bersama sebelum diajukan ke pihak kampus.

Dalam kesempatan itu, Sutiah menyamakan persepsi bahwa setiap program dan kebijakan yang disusun lembaga harus responsif gender. “Artinya, program tidak dirancang dengan pandangan netral, ada kelompok-kelompok yang harus menjadi pertimbangan,” jelasnya.

Sehingga, lanjutnya, program pembangunan yang dicanangkan akan ramah bagi setiap gender dan kelompok marginal lainnya. Seperti kaum difabel. Ia memandang, tidak semua institusi memperhatikan analisis gender dalam konstruksi pembangunannya.

Akibatnya, sarana-prasarana yang dibangun tidak mencakup semua kaum. “Kurangnya fasilitas tangga atau lajur untuk kaum difabel, tidak adanya smoking area dan ruang laktasi,” sebut Sutiah sebagai dampak absennya analisis gender.

Sosialisasi PPRG dilaksanakan di Ruang Rapat Gedung Rektorat Lt. 3. Acara dibuka oleh Kabiro AUPK, Mahfudh Shodar. (nd)

© Copyright AICoLLiM 2018 . All Rights Reserved.

Search